4 Muncikari Prostitusi Online di Manado Ditangkap, Ada yang Jual Pacarnya

RekanbolaTim Maleo Polda Sulawesi Utara (Sulut) mengungkap kasus prostitusi online di Manado. Sebanyak empat muncikari ditangkap.

“(Ada) 4 orang (muncikari ditangkap). Diproses di Polresta Manado,” kata Kepala Tim Maleo, AKP Frelly Regapat, saat dihubungi, Jumat (1/5/2020).

Keempat muncikari tersebut berinisial VS (19), AM (25), RL (15), dan II (23). Keempatnya ditangkap di Hotel BH yang berlokasi di Malalayang, Kota Manado, pada Jumat dini hari.

Di lokasi, juga diamankan 6 orang perempuan yang jadi korban pelacuran. Selain ada yang masih di bawah umur, salah satu muncikari juga ada yang memperdagangkan pacarnya kepada lelaki hidung belang.

Para muncikari menawarkan prostitusi online lewat aplikasi chatting.

“Ada yang 15 tahun, ada cowok menjual pacarnya. Sekali-kali jadi pacar, sekali-kali tidak jadi pacar. Makanya miris, ini perusakan generasi muda. Kalau tidak ada tindakan ini, bisa-bisa tidak hanya di kota, nanti terjadi di lingkungan rumah,” ujar Frelly.

Dia mengatakan ada korban pelacuran yang sudah beberapa kali diamankan petugas. Namun mirisnya, mereka kembali terjun ke dunia pelacuran. Polisi berharap orang tua ikut berperan untuk mengawasi aktivitas anaknya.

“Cuma ada yang ironis sekali, rata-rata orang tua tidak keberatan padahal anaknya dijual. Sering terjadi, anak yang ditangkap dikembalikan ke orang tua, malamnya lari lagi dia. Dicari lagi tempat lain. Orang tuanya lebih suka tidak diproses, mungkin malu,” ucapnya.

Sementara bagi muncikari akan dijerat pasal berlapis untuk menimbulkan efek jera. Kasus prostitusi online ini sudah meresahkan warga yang kemudian menyampaikan aspirasi kepada Tim Maleo lewat akun media sosial yang tersedia.

“Sudah banyak (yang pernah ditangkap), di Polres Tomohon ada, di Polresta (Manado) ada, di Polda ada. Kita kenakan prostitusi online yang dikaitkan dengan UU ITE agar hukumannya lebih berat,” tegasnya.