Rekanbola – Alex Saputra mendapatkan cerita tak mengenakkan saat melintas di Kebayoran Baru pada Sabtu (30/6) kemarin. Aksinya merekam konvoi massa beratribut Jakmania berujung penganiayaan dan corat-coret di mobil.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu korban Alex, warga Klari, Karawang Timur, menggunakan mobilnya jenis Kijang melintas di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Alex saat itu melihat rombongan pelaku mengenakan baju jersey Persija dan atribut Jakmania. Setibanya di traffic light depan Puskesmas Kebayoran Baru, Alex mencoba merekam konvoi menggunakan handphone miliknya.

“Dia lalu mengeluarkan handphone dan merekam rombongan tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan kepada detikcom.

Karena aksi merekam itu massa beratribut Jakmania kemudian bergerak mendekati Alex. Stefanus mengatakan, Alex yang merasa dikejar kemudian berusaha melarikan diri ke arah Kemang Raya dan Jalan Taman Kemang. Namun rombongan beratribut Jakmania berhasil menghadangnya.

Para pelaku kemudian mengeroyok Alex dengan tangan kosong. Tidak hanya itu, para pelaku juga merusak mobil Alex hingga kaca-kacanya pecah dan mobilnya dipilox dengan tulisan ‘Persija’.

“Karena (pelaku) merasa direkam, salah seorang dari rombongan mengira Alex pendukung Persib,” kata Stefanus.

Pengurus Jakmania Tak Tahu Menahu

Diminta konfirmasi mengenai penyerangan terhadap Alex ini, Sekjen Jakmania Dicky Soemarno mengatakan dia tak tahu menahu. Menurutnya, para pengurus saat itu tengah fokus di stadion PTIK, lokasi laga antara Persija dengan Persib.

“Yang pertama kita nggak ada yang tahu itu kejadian di mana, sementara kita semua pengurus kan lagi di PTIK tapi itu kan di luar kejadiannya,” kata Sekjen Jakmania Dicky Soemarno.

Dicky juga mengaku tidak tahu penyebab insiden itu. Sementara, Dicky balik mempertanyakan motivasi Alex merekam rombongan beratribut Jakmania.

“Motivasi merekamnya apa untuk publik? Kita nggak ada yang tahu. Kecuali, kalau Alex ini adalah pers dia punya hak untuk mendokumentasikan segala sesuatunya, tapi ketika dia lepas segala macem merekamnya atas dasar apa dan kita harus buktikan juga rekamannya ada apa nggak,” bebernya.

Meski demikian, Dicky mengatakan akan mempersilakan polisi untuk mengusut tuntas insiden itu. “Kalau mau diproses silakan,” ucapnya.

 

 

( Sumber : detik.com )