Apa Kabar Skuat ‘Patah Hati’ AC Milan yang Dikalahkan Liverpool di Final Liga Champions 2005?

15 tahun silam, AC Milan dipaksa bertekuk lutut dan patah hati setelah mereka dijegal oleh Liverpool di final Liga Champions.

25 Mei 2005. Stadion Ataturk di Istanbul, Turki, menjadi venue digelarnya laga final Liga Champions antara Liverpool vs AC Milan.

Milan lebih diunggulkan untuk menang kala itu. Sebab mereka punya banyak pemain kelas dunia di tiap lini. Lini serang mereka juga sangat menakutkan dengan nama-nama seperti Andriy Shevchenko dan Hernan Crespo, yang ditopang gelandang seperti Kaka dan Clarence Seedorf.

Lini belakang mereka juga sangat tangguh. Di lini tersebut ada Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Jaap Stam, dan Cafu. Skuat Liverpool jelas tidak semewah Milan. Dan dari awal tim asuhan Rafael Benitez itu sudah mawas diri bahwa mereka bukan tandingan Milan.

Milan pun akhirnya membuktikan keperkasaan mereka. Di babak pertama tim asuhan Carlo Ancelotti itu unggul 3-0 via gol cepat Maldini dan brace Crespo.

Namun di babak kedua Liverpool bisa bangkit dengan perubahan taktik Benitez. Dan dalam tempo enam menit, dari menit 54 hingga 60, The Reds sanggup mencetak tiga gol via Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso.

Skor 3-3 bertahan sampai 90 menit dan extra time. Pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti. Jerzy Dudek mematahkan penalti Shevchenko dan AC Milan dipaksa tumbang 3-2 di babak ini.

Lalu, sekarang di mana para pemain AC Milan yang kala itu dikalahkan Liverpool?

 

Dida

Kiper asal Brasil ini terus bertahan di AC Milan sampai tahun 2010. Namun pasca membela Rossoneri, ia sempat terkatung-katung di Eropa. Tak ada klub yang bersedia menampungnya.

Pada tahun 2012, ia akhirnya mendapatkan klub baru. Pada 24 Mei 2012, ia resmi gabung klub Portuguesa. Namun pada Desember tahun yang sama, ia pindah ke Gremio.

Setahun kemudian, ia pindah lagi ke klub Brasil lainnya, Internacional. Ia bertahan hingga tahun 2015. Sampai tahun 2016, ia tak bisa menemukan klub baru dan akhirnya pensiun.

Pasca pensiun,ia terlibat dalam banyak kegiatan, utamanya dalam melatih. Ia prnah gabung klub Mesir Pyramids FC dan tim junior AC Milan sebagai pelatih kiper.

Cafu

Fullback kanan legendaris asal Brasil ini gabung Milan pada tahun 2003. Ia terus bertahan di Milan sampai tahun 2008.

Mantan pemain AS Roma ini mengakhiri karirnya di San Siro pada Mei 2008. Namanya pun tercatat dalam Hall of Fame Rossoneri.

Pasca pensiun, Cafu sempat membuka sebuah agensi olahraga bernama Capi Penta International Football Player. Namun usahanya terlilit hutang besar tahun lalu dan membuatnya kehilangan banyak properti.

Alessandro Nesta

Salah satu defender terbaik yang pernah dimiliki Italia. Alessandro Nesta bertahan di AC Milan hingga tahun 2012. Ia keluar setelah genap 10 tahun membela Rossoneri.

Namun Nesta tak langsung pensiun. Ia sempat berkarir di MLS bersama Montreal Impact. Pada Oktober 2013, ia akhirnya menyatakan pensiun. Namun pada November 2014, Nesta kembali ke lapangan hijau setelah menerima tawaran klub Liga Super India, Chennaiyin. Di sana ia menjadi marquee player, dan hanya bertahan sebentar saja.

Setelah benar-benar pensiun, Nesta tak bisa jauh-jauh dari sepak bola. Ia menjadi pelatih klub MLS, Miami FC per September 2015. Ia kemudian balik ke Italia untuk jadi pelatih Perugia dan per Juni 2019, ia pindah ke klub Frosinone.

Jaap Stam

Stam tak bertahan lama di AC Milan. Pada musim panas 2006, ia hengkang dari San Siro. Ia memilih balik ke Belanda.

Di sana ia gabung dengan Ajax Amsterdam di sisa karirnya. Setelah semusim, Stam akhirnya pensiun meski sisa kontraknya tersisa setahun lagi. Ia memainkan laga terakhirnya bersama Ajax melawan NEC Breda pada 20 Oktober 2007.

Pasca pensiun, Stam kerap terlibat kegiatan amal, khususnya yang digelar UNICEF. Ia juga sempat gabung sebagai scout bagi eks klubnya, Manchester United, pada tahun 2008. Namun setelah itu pada tahun 2009, ia akhirnya terjun sebagai pelatih.

Ia menjadi asisten klub PEC Zwolle dan kemudian diangkat menjadi pelatih caretaker per 30 Oktober. Setelah itu pada tahun 2013, ia dikontrak sebagai asisten pelatih Ajax. Setelah itu ia sempat jadi pelatih Jong Ajax. Namun saat ini ia sudah pindah ke MLS untuk menukangi klub FC Cincinnati.

Paolo Maldini

Paolo Maldini masuk golongan One Man Club. Sejak final itu, ia terus bertahan di Milan. Bahkan ia ikut bermain di final 2007 di Athena dan membantu Rossoneri membalaskan dendam atas Liverpool.

Maldini baru berpisah dengan Milan pada akhir musim 2008-09. Ia kemudian sempat ditawari jadi asisten manajer di Chelsea, sebagai pendamping Carlo Ancelotti. Namun ia menolak tawaran tersebut.

Maldini kemudian sempat terlibat kegiatan-kegiatan amal. Ia juga menekuni olahraga tenis dan sempat terjun ke turnamen tenis profesional, ATP Challenger Tour.

Ia kemudian balik lagi ke AC Milan pada tahun 2018 setelah diangkat menjadi Sporting Strategy & Development Director oleh pemilik anyar Rossoneri, Elliott Management. Pada 2019, ia diangkat menjadi Technical DIrector.

Andrea Pirlo

Andrea Pirlo terus bertahan di AC Milan hingga akhir musim 2011. Total ia bermain bagi Milan selama satu dekade.

Yang terjadi kemudian mengejutkan. Dari San Siro, ia merapat ke Turin untuk gabung klub rival, Juventus. Pirlo membela Bianconeri selama tiga musim.

Pada bulan Juli 2015, Pirlo berlabuh ke MLS dan gabung klub New York City. Ia memainkan laga terakhirnya bagi klub tersebut pada 5 November 2017 dan kemudian gantung sepatu.

Pirlo kini masih mengelola kebun anggur miliknya yang ia dirikan sejak tahun 2007 silam. Namun pada Agustus tahun lalu, ia mengambil kursus untuk mendapatkan lisensi pelatih UEFA Pro di Coverciano.

Gennaro Gattuso

Rhino, begitu ia biasa disapa, bertahan di AC Milan hingga tujuh tahun pasca duel lawan Liverpool itu. Ia angkat kaki dari San Siro pada akhir musim 2011-2012.

Gennaro Gattuso kemudian pindah ke klub Swiss, Sion per Juni 2012. Awal 2013 menjadi babak baru dalam karirnya karena ia kemudian ditunjuk jadi pelatih anyar klub tersebut. Namun pada Mei tahun yang sama manajemen Sion memecatnya.

Gattuso kembali ke Italia untuk menangani Palermo. Setelah itu ia sempat melatih OFI Crete, Pisa, dan tim junior AC Milan. Per November 2017, ia akhirnya ditunjuk jadi pelatih tim senior Rossoneri, menggantikan Vincenzo Montella.

Ia baru berpisah dengan Milan pada Mei 2019. Setelah sempat menganggur, pada Desember 2019 ia menerima tawaran untuk melatih Napoli.

Clarence Seedorf

Clarence Seedorf meninggalkan AC Milan di saat yang sama dengan Gattuso. Ia hengkang setelah membela Rossoneri selama satu dekade.

Setelah meninggalkan Milan, ia menyebrangi lautan dan pindah ke Brasil. Ia menerima pinangan Botafogo dan memperkuat klub tersebut selama dua tahun sebelum akhirnya pensiun.

Ia sempat menukangi Milan sebentar, dari Januari hingga Juni 2014. Kemudian ia melatih klub China Shenzen dan Deportivo La Coruna. Terakhir ia menjadi arsitek timnas Kamerun dan didepak pada Juli 2019.

Kaka

Legenda sepak bola Brasil ini hengkang empat tahun setelah final. Ia direkrut oleh Real Madrid dengan bandrol fantastis sekitar 68.5 juta euro.

Namun di Madrid, ia cuma bertahan empat musim. Pada September tahun 2013, ia balik kucing ke San Siro. Namun pada Juni 2014, ia angkat kaki dari Milan.

Setelah itu ia pindah ke Orlando City namun langsung dipinjamkan ke Sao Paulo pada Juli 2014. Ia kemudian balik ke Orlando dan kemudian pensiun pada Desember 2017.

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko meninggalkan AC Milan setahun kemudian. Ia pindah ke Chelsea pada 28 Mei 2006. Namun ia tidak sukses di sana.

Pada akhirnya Chelsea meminjamkannya balik ke AC Milan pada musim 2008-09. Namun sayang saat itu ia juga tak bisa sukses. Ia kemudian balik ke The Blues dan pada akhirnya ia mudik balik ke Ukraina, ke klub lamanya, Dynamo Kyiv.

Ia akhirnya pensiun pada Juli 2012. Ia sempat terjun ke dunia politik. Namun ia juga sempat terjun menjadi pelatih. Ia menjadi asisten pelatih timnas Ukraina sebelum akhirnya ditunjuk jadi pelatih utama.

 

Hernan Crespo

Hernan Crespo memperkuat AC Milan sejak musim panas 2004. Ia bermain di San Siro dengan status pinjaman dari Chelsea.

Setelah bermain di Milan, Crespo langsung pulang ke Chelsea. Setelah itu pada Agustus 2006, ia dipinjamkan ke Inter Milan selama dua musim. Pada musim ketika ia dilepas ke Inter secara permanen.

Dari Inter, ia pindah ke Genoa dan kemudian balik ke Parma. Namun ia cuma bertahan kurang dari dua tahun. Ia kemudian pindah ke India, dan memperkuat Bengal Premier League sebelum akhirnya pensiun pada akhir 2012.

Ia kemudian sempat jadi pelatih di Parma dan Modena. Ia juga sempat jadi wapres klub Parma, sebelum akhirnya dilengserkan dari jabatan itu dan kemudian dijadikan sebagai duta besar klub.

Ia sempat jadi pelatih Banfield namun gagal dan dipecat. Pada awal tahun ini, ia ditunjuk jadi pelatih Defensa y Justicia.

Pelatih: Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti baru cabut dari AC MIlan pada tahun 2009. Setelah itu ia menukangi Chelsea selama dua tahun dan PSG, juga dua tahun.

Ia sempat juga dipercaya jadi bos Real Madrid dan Bayern Munchen. Pada tahun 2018, ia kembali ke Italia dan ditunjuk menjadi bos Napoli.

Namun ia sempat berseteru dengan presiden klub dan berpisah dengan klub Naples tersebut. Sejak Desember 2019, ia berstatus sebagai manajer Everton di Premier League.