Rekanbola – Pimpinan Financial Services Commission (FSC), sebuah lembaga pemerintah yang mengatur regulasi keuangan di Korea Selatan atau OJK di Indonesia, mengunjungi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Jaka Teratai di Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (5/3/2018).

Agenda kunjungan ini selain untuk bertemu dengan pihak Pemerintah Kota Jakarta Timur, Chairman of FSC South Korea Choi Jongku juga tertarik bertemu dengan anak-anak yang berada di wilayah sekitar RPTRA Jaka Teratai.

Dia menuturkan, pihaknya sangat fokus dalam pengembangan ruang belajar dan bermain anak. Sebab anak-anak sebagai penerus bangsa juga harus mendapatkan ruang belajar dan bermain yang layak.

“Kami memang fokus memberikan pendidikan untuk anak-anak, salah satunya ya dengan membuat RPTRA melalui Hanwha Life dan Wahana Visi Indonesia,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang mengembangkan RPTRA Jaka Teratai, Hanwha Life Indonesia dan Wahana Visi Indonesia turut mendampingi kunjungan Choi Jongku.

“Kami senang dalam jadwal kunjungannya yang padat di Indonesia, Mr Choi Jongku masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur dan juga anak-anak yang berada di wilayah Jatinegara Kaum, lokasi RPTRA Jaka Teratai,” ujar Cho Kook Whan, Manajemen Hanwha Life Insurance Indonesia.

Cho Kok Whan juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Jakarta Timur dan seluruh masyarakat yang berada di wilayah sekitar RPTRA Jaka Teratai atas dukungannya dalam memaksimalkan penggunaan sarana RPTRA ini.

“Kami terus berharap bahwa keberadaan RPTRA ini terus memberikan dampak positif kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak,” tukasnya.

Dalam kunjungan ini, selain berdiskusi dengan jajaran staf Pemerintah Kota Jakarta Timur, Choi Jongku juga bertemu dan berinteraksi langsung dengan anak-anak.

Doseba Tua Sinay, CEO & National Director Wahana Visi Indonesia, menyebutkan, saat ini RPTRA Jaka Teratai dikunjungi sekitar 100 anak setiap hari. Selain itu, pengelola RPTRA juga membuat kegiatan-kegiatan yang menarik untuk anak dan remaja.

Sementara itu, Asisten Administrasi Kesra Pemkot Jakarta Timur, Ari Sonjaya, mengatakan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 799 lahan untuk pembangunan RPTRA. Semuanya itu disiapkan apabila ada mitra atau CSR yang ingin membangun RPTRA.

Tahun ini merupakan pembangunan RPTRA terakhir yang menggunakan dana APBD. “Ke depan kami membuka kerja sama dengan CSR perusahaan atau lainnya untuk ikut membangun RPTRA,” pungkasnya.

 

Baca juga :