REKANBOLA – Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan beberapa program baru untuk memperkuat program-program yang ditujukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Salah satu program baru dimaksud dan terkait langsung dengan tenaga kerja adalah Kartu Pra-Kerja. 

Latar belakang perlunya diterbitkan Kartu Pra-Kerja karena dilatarbelakangi temuan mengenai tak tersambungnya antara lulusan pendidikan atau sekolah menengah atas atau kejuruan dengan dunia industri dan atau dunia usaha. Untuk menjawab itu, Jokowi menilai perlunya diterbitkan program Kartu Pra-Kerja.

Adapun mereka yang berhak menerima Kartu Pra-Kerja adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan merupakan lulusan SMA/SMK/SMP/perguruan tinggi atau pun mereka yang menganggur karena PHK. Nantinya, pemerintah akan memberi pelatihan kepada mereka para lulusan yang belum bekerja.

Pelatihan akan diselenggarakan oleh BUMN, swasta, atau pemerintah sendiri melalui kementerian dan lembaga. Tidak hanya di dalam negeri, tidak menutup kemungkinan pelatihan akan diberikan di luar negeri. Selama proses training, mereka akan mendapat insentif dengan batas waktu yang telah ditentukan.

Penerbitan Kartu Pra-Kerja juga merupakan bagian dari program untuk memajukan sumber daya manusia Indonesia. Harapannya, dengan adanya Kartu Pra-Kerja dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendapatkan pekerjaan. Dalam merealisasikan program ini, nantinya juga akan dibantu melalui proses link and match dengan dunia industri.

“Para pemegang kartu itu akan mendapatkan pelatihan sesuai keterampilan dan skill yang mereka miliki. Pelatihan itu dikerjakan oleh instrukstur profesional dengan kualifikasi yang baik sehingga begitu lulus training, mestinya kalau training bagus, gampang sekali masuk dunia kerja,” kata Jokowi.

Jokowi peduli pada angkatan kerja untuk bisa meningkatkan skill-nya hingga dan untuk bisa terserap di dunia kerja.