Rekanbola –  Mobil taktis atau kendaraan yang sering kali muncul di tengah medan pertempuran, sejauh ini dikenal sebagai produk yang hanya diproduksi di Eropa dan Amerika saja. Padahal, anggapan itu keliru. Sebab, Indonesia belakangan mampu membuat unitnya sendiri.

Dilansir dari Pindad.com, Selasa 24 Desember 2019, mobil tangguh yang diberi nama Komodo itu dirancang dan dibuat di dalam negeri melalui PT Pindad. Kendaraan itu sedianya didesain khusus untuk misi pengintaian ataupun untuk mengangkut para personel melintasi medan-medan yang berat.

Komodo memiliki bobot 5,8 ton dan mampu mengangkut personel serta persenjataan hingga dua ton. Mobil ini juga mempunyai kapasitas tangki bahan bakar sebesar 200 liter dan mampu menempuh jarak sejauh 450 km.

Kabarnya, selama proses pembuatan Komodo, Pindad terinspirasi mobil rantis buatan Amerika bernama Humvee. Model kendaraan itu menjadi salah satu varian 4×4 yang populer di kalangan bersenjata. Sehingga, untuk menandingi fitur serta kemampuannya, dibutuhkan pengembangan menyeluruh.

Sebenarnya, jika ditarik lebih jauh ke belakang, pengembangan Komodo buatan Pindad tak terlepas dari permintaan mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Kala itu, saat ia masih menjabat, petugas keamanan negara memang belum memiliki kendaraan taktis layak buatan dalam negeri.

Barulah pada 2012, Pindad secara resmi mengenalkan Komodo ke masyarakat Indonesia di pameran industri bertajuk Indo Defence Expo. Saat itu, SBY juga menyempatkan diri hadir. Bahkan, ia sendiri yang menamakannya Komodo, mengingat statusnya sebagai kendaraan khusus buatan lokal seperti halnya binatang khas yang hidup di Tanah Air tersebut.

Sekadar diketahui, Komodo telah dilengkapi alat pemadam kebakaran serta jarring kamulflase. Layaknya kendaraan perang pada umumnya, tersemat juga di dalamnya fitur penunjuk arah bernama GPS serta perangkat komunikasi AM/FM.

Sedang persenjataannya sendiri menggunakan senapan mesin berkaliber 7.62 mm dan dapat di gerakan melalui perangkat Remote Control Weapon System atau RCWS.

Selain digunakan pasukan Brigade Mobil (Brimob) dan Batalyon Infanteri sebagai kendaraan intai, Komodo rencananya juga akan dijadikan obyek ekspor pemerintah. Sejauh ini, negara di kawasan Afrika dan Asia Tenggara menyatakan minatnya membeli mobil bermesin diesel enam silinder tersebut.