Kim Clijsters Bertekad Untuk Kembali Beraksi

Berita Tenis: Kim Clijsters menantikan untuk kembali beraksi di US Open meski pandemi COVID-19 telah membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga setelah beberapa waktu sebelum penangguhan turnamen ia sempat melakoni sejumlah turnamen.

Kepada surat kabar di Belgia, Het Laatse Nieuws (HLN), petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam, Clijsters mengungkapkan, “Saya masih termotivasi. Saya harap kita masih bisa bermain pada musim ini. Tetapi sekalipun tidak, saya bertekad untuk terus melangkah.”

Petenis yang berusia 37 tahun, Clijsters menghuni peringkat 1 dunia sebelum dan setelah pensiun untuk kali pertama, yakni pada periode 2007 – 2009. Ia melahirkan anak perempuannya pada tahun 2008. Ia memenangkan US Open sebelum melahirkan dan memenangkan Australian Open serta dua gelar US Open lainnya ketika ia kembali berkompetisi.

Clijsters pensiun untuk kali kedua setelah US Open musim 2012 dan ia telah memiliki dua anak laki-laki sejak saat itu.

“Saya selalu merasa mimpi saya telah terpenuhi,” tutur Clijsters dalam wawancara sebelumnya bersama Tennis Hall of Fame.

“Setelah saya melahirkan anak ketiga saya, Blake, saya mulai melakukan perjalanan dan mengunjungi turnamen. Saya ikut mengomentari pertandingan. Tetapi saya masih merasa seperti petenis.”

Kembali melakoni turnamen tentu menjadi tantangan bagi Clijsters. Ia mengawalinya musim ini dengan turun di Dubai pada Februari lalu dan ia langsung tersingkir dari babak pertama setelah kalah dari Garbine Muguruza. Ia lalu kalah dari Johanna Konta pada pertandingan pembuka di Monterrey, turnamen WTA terakhir sebelum penangguhan turnamen diberlakukan.

Clijsters berada di AS mendekati waktu digelarnya turnamen di Indian Wells, di mana ia akan turun di nomor tunggal dan nomor ganda bersama Venus Williams, sebelum turnamen tersebut menjadi korban pertama dari keganasan pandemi COVID-19.

Keluarga Clijsters tinggal di rumah mereka yang berlokasi di New Jersey, di mana mereka tidak memiliki lapangan tenis dan lapangan tenis untuk publik pun ditutup.

“Kami membuat lapangan dengan kursi-kursi dapur,” aku Clijsters.

Mereka lalu kembali ke Belgia dan mengkarantina diri selama dua pekan. Kepada HLN, ia juga menyatakan bahwa jeda kali ini mengizinkan tubuhnya untuk beristirahat dan memulihkan diri dari cedera lutut.

“Jika US Open bisa digelar, saya ingin siap untuk melakoninya. Saya sudah merasa senang jika saya bisa bermain di lapangan nomor 18. Saya tidak perlu memasuki Arthur Ashe Stadion),” tukas Clijsters.