Samuel Eto’o dan Cintanya Pada Inter Milan: Sekali Interista, Anda Interista Sampai Akhir!

Legenda sepak bola Kamerun Samuel Eto’o mengaku ia akan selalu menjadi fans Inter Milan sampai akhir hayatnya.

Eto’o pindah ke Inter pada musim panas 2009. Ia sebelumnya bermain di Barcelona.

Ia boyongan ke Inter sebagai bagian dari paket pertukaran dengan Zlatan Ibrahimovic. Di Italia bersama Nerrazurri, Eto’o berhasil meraih sukses.

Pemain jebolan akademi Real Madrid ini ikut berperan membantu Inter meraih treble pada musim 2009-10. Bahkan dalam perjalanannya, ia sukses membantu Inter mengalahkan Barcelona di babak semifinal.

Ia memang bertahan dua musim saja namun berhasil mengemas 53 gol dari 102 penampilan. 33 di antaranya di ajang Serie A.

Cinta Pada Inter dan Peran Mourinho

“Jika Anda seorang Interista sekali, Anda akan mati sebagai Interista. Begitulah adanya,” bukanya kepada Gazzetta dello Sport.

Di Inter Milan, Samuel Eto’o dilatih oleh Jose Mourinho. Ia mengaku manajer asal Portugal itu berperan besar meyakinkannya pindah ke Italia dari Spanyol.

“Mourinho meyakinkan saya dengan cara yang sederhana: ia mengirimi saya jersey Inter No. 9 dan menulis kepada saya mengatakan ‘itu milikmu, itu menunggu kamu.'”

Soal Gaji

Samuel Eto’o juga mengungkapkan bahwa saat itu ia pindah tanpa mempermasalahkan urusan gaji. Ia mengatakan bahwa ia tak meminta gaji yang besar di Inter Milan.

“Ada perbedaan besar antara gaji yang ditawarkan oleh Inter dan apa yang saya minta, jadi saya membuat kagum semua orang di meja,” aku Eto’o.

Namun demikian, ia tetap saja menerima pemasukan yang besar. Sebab ia mendapat bonus besar ketika membantu Inter jadi juara Liga Champions 2010.

“Saya berkata, ‘mari kita ubah bagian yang hilang menjadi bonus tim, jika kita memenangkan Liga Champions dalam waktu dua tahun.’ Sepuluh bulan kemudian, kita adalah juara Eropa,” kenangnya.