Rekanbola.com-Bukan pengharapan yang disampaikan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam pidatonya menyambut tahun baru 2018, melainkan amarah. Ancaman ia layangkan pada negara yang dianggap sebagai musuh bebuyutan: Amerika Serikat.

Dalam pidato yang ditayangkan secara langsung di televisi, Kim Jong-un mengatakan, AS tak akan bernyali menabung genderang perang terhadap Korut. Sebab, sang diktator muda mengklaim, negaranya telah mengembangkan kemampuan nuklir yang mampu menyerang daratan Negeri Paman Sam dengan salah satu senjata pamungkasnya.

Baca Juga :

9 Gaya Astrid Kuya yang nggak kalah stylish dari sang suami Uya Kuya

Desain paspor 10 negara ini paling keren di dunia, artistik banget

10 Pesona Niken Anjani, pemeran Sarah OK-JEK yang manis banget

“Seluruh daratan AS berada dalam jangkauan senjata nuklir kita. Tombol nuklir selalu ada di mejaku. Ini adalah fakta, bukan sekedar ancaman,” kata Kim Jong-un dalam pidato yang ditujukan pada rakyatnya.

Seperti dikutip dari Associated Press pada Senin (1/1/2018), Kim Jong-un juga mengklaim bahwa Korea Utara adalah, “negara berkekuatan nuklir yang bertanggung jawab yang mencintai perdamaian”.

“Selama tidak ada agresi terhadap rakyat Korea Utara, kami tidak berniat menggunakan kekuatan nuklir,” tambah Kim Jong-un, sembari berjanji akan terus meningkatkan kemampuan nuklir Korut.

Meski melayangkan ancaman ke Donald Trump, Kim Jong-un melunak pada tetangga dekatnya, Korea Selatan.

Ia mengucapkan selamat kepada Korea Selatan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, yang rencananya akan digelar pada Februari 2018 mendatang.

“Pyeongchang Winter Olympics adalah kesempatan baik untuk menunjukkan persatuan antarbangsa dan kami berharap acara itu akan berlangsung dengan baik,” kata Kim Jong-un.

Kim juga mengatakan, Korea Utara berharap untuk mengirimkan delegasi ke acara olahraga itu.

Pidato tahun baru pemimpin Korea Utara adalah agenda tahunan yang dipantau ketat dunia luar. Sebab, apa yang diucapkan Kim Jong-un  dalam momentum tersebut dianggap mengindikasikan arah dan prioritas yang akan diadopsi rezimnya selama satu tahun ke depan.

Pidato tahun ini dipandang sangat penting karena belum ada tanda-tanda program nuklir Korea Utara akan berhenti. Sementara, uji coba rudal Pyongyang dilakukan secara intensif di sepanjang 2017.

Uji coba tersebut menjadi fokus pertikaian verbal antara pihak Korea Utara dan Presiden AS Donald Trump. Miliarder nyentrik itu menjuluki Kim Jong-un “little rocket man”.

Selain soal nuklir dan olimpiade musim dingin, Kim Jong-un juga memamerkan prestasi ekonomi Korea Utara dalam pidatonya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memperbaiki standar kehidupan bangsa.

Perang Nuklir Kian Dekat?

Berita Menarik Lainnya :