RekanbolaGranit Xhaka sempat berniat meninggalkan Arsenal pada bursa transfer musim dingin ini. Namun belakangan, pria berkebangsaan Swiss tersebut lebih condong bertahan di Emirates Stadium.

Masih teringat jelas bagaimana Xhaka menjadi sasaran dari kekesalan fans saat Arsenal bertemu Crystal Palace dalam ajang Premier League bulan Oktober lalu. Bahkan ia sempat terlihat beradu mulut dengan mereka.

Hal itu membuat ban kapten yang disematkan kepadanya berpindah ke tangan Pierre-Emerick Aubameyang. Xhaka sempat tak dimainkan, dan isu kepindahannya ke Jerman mencuat belum lama ini.

Semuanya bermula saat agen Xhaka memutuskan angkat bicara ke hadapan publik. Ia berkata bahwa kliennya telah mencapai kesepakatan dengan Hertha Berlin dan sedang mengupayakan jalan keluar dari London.

Cara Arteta Yakinkan Xhaka

Namun situasinya berubah begitu Mikel Arteta datang dan menduduki kursi kepelatihan the Gunners. Xhaka bermain dalam tiga dari empat pertandingan yang dilakoni Arsenal di semua kompetisi.

Sekarang, Xhaka mulai terlihat betah di Arsenal. Padahal belum ada sebulan agennya berkata bahwa Xhaka telah mencapai kesepakatan dengan Hertha Berlin. Arteta pun menjelaskan caranya meyakinkan pemainnya itu.

“Saya berpikir bahwa dia bisa menjadi pemain yang sangat, sangat bagus buat kami. Dan dia bisa merasa nyaman di klub sepak bola ini dengan bermain di bawah asuhan saya,” ujar Arteta seperti yang dikutip dari Goal International.

“Saya mencoba untuk meyakinkan dia dengan cara itu. Saya berpikir soal itu, dia memberikan respon yang sangat positif setelahnya, dan saya pikir dia sudah berubah pikiran,” lanjut eks asisten pelatih Manchester City tersebut.

Hubungan Fans dengan Pemain

Hubungan antara fans Arsenal dengan beberapa pemain seringkali menjadi sorotan belakangan ini. Dan Arteta telah menegaskan niatannya untuk memperbaiki hal tersebut sejak datang pertama kali di Emirates.

Kini, hubungan antara fans dengan klub mulai membaik. Dua kemenangan beruntun yang diperoleh Arsenal jadi penyebabnya. Arteta berharap situasi seperti ini bisa bertahan untuk waktu yang lama.

“Masalah lingkungan, kami harus berurusan dengan itu dan harapannya dalam beberapa bulan takkan ada lagi orang yang mengingat masalah tersebut,” tambahnya.

“Tentu saja tidak akan ideal jika pemain memberikan respon dan itu menciptakan ketidakstabilan. Jadi sebisanya kami menghindari, maka itu akan jadi lebih baik,” tutupnya.