Cerita Lebaran Menteri-menteri Ekonomi Jokowi

Tiga menteri Kabinet Indonesia Maju menceritakan pengalaman ramadan dan lebaran mereka yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lebaran kali ini dilakukan di tengah pandemi virus corona.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, salah satunya. Ani, panggilan akrabnya, bilang ada yang berbeda dan serupa yang dilakukannya bersama 9 saudara/i-nya pada Idulfitri 1441 Hijriah.

Setiap tahun, ia menghabiskan lebaran dengan ziarah dan membaca surat Ya Sin untuk almarhum orang tua diikuti dengan kumpul keluarga. Namun, kali ini ia dan keluarga harus ikhlas hanya berkumpul secara virtual.

Tidak ada lagi acara sungkeman, permainan kreatif keluarga sambil menyantap menu favorit, soto ayam pak Man, pecel, bacem tahu tempe, iso babat, dan setup pisang Munah.

“Tahun ini, kami tetap berkumpul untuk merayakan lebaran secara virtual dan kami tetap bernyanyi bersama lagu ‘Nasihat Eyang’. Kolaborasi melalui teknologi dan kreativitas, tali silaturahmi tetap dapat terjaga,” katanya, mengutip akun Instagram @smindrawati, Senin (25/5).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menilai lebaran tahun ini memang berbeda. Ia berdiam diri di rumah sembari memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk tetap bersilaturahmi dengan sanak saudara dan rekan-rekannya.

“Lebaran tahun ini sungguh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada pertemuan. Tidak ada reuni. Tidak ada kumpul bersama. Semoga musibah wabah ini segera berlalu,” ungkapnya penuh harap.

Sementara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggelar openhouse virtual bersama dengan jajaran kementeriannya dan berbagai asosiasi industri di dalam negeri.

Agus menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan positif dalam menghadapi pandemi virus corona. “Di tengah pandemi covid-19, kita tidak boleh menyerah dan tetap harus semangat menghadapi tantangan ini. Saya yakin kita bisa melaluinya,” jelasnya.

Ditemani sang istri, Agus menyampaikan segudang pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan demi mendukung kelangsungan industri manufaktur di tengah pandemi corona. Ia turut meminta kerja sama seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam menuntaskan PR negara tersebut.

“Jika hanya membutuhkan tandatangan saya, mungkin bisa cepat. Namun, ada berbagai hal yang perlu diselesaikan lintas kementerian, sehingga membutuhkan waktu,” katanya menambahkan.