Rekanbola –  Film Tengkorak besutan civitas dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang masuk nominasi Best Film Kategori Science Fiction, Fantasy & Thriller di Cinequest 2018.

Masuk ke dalam nominasi Best Film selama empat kali pemutaran di Cinequest 2018 dalam kurun seminggu lebih, Tengkorak menyorot perhatian banyak penonton di sana. Hal itu membuat para sineas film ini merasa luar biasa.

Baca Juga : Refleksi Pergerakan Wiji Thukul lewat Bedah Film “Istirahatlah Kata-kata”

“Puluhan hingga ratusan pertanyaan dan pujian keluar dari mulut para penonton film Tengkorak, selama festival film internasional ini berlangsung,” ujar Wikan Sakarinto produser film Tengkorak dalam sebuah pesan singkat kepada rekanbola.com, belum lama ini.

Film Tengkorak diakui oleh sang produser menjadi salah satu film fiksi ilmiah yang dinilai cukup berkelas dalam festival ini. Banyak yang menganggap alur ceritanya tidak mudah ditebak, tetapi tetap menghibur penonton dengan adegan dan percakapan yang natural.

Sayangnya, hujan pujian yang diterima film Tengkorak tak disusul oleh kemenangan dalam nominasi di Cinequest 2018.

 

Belum Berhasil

“Kami minta maaf…. Di Malam Puncak Cinequest 2018, kami belum berhasil melangkah lebih jauh di Cinequest 2018 ini,” terang Wikan dalam keterangan di pesan singkatnya.

Pemenang kategori tersebut adalah Berlin Falling, sebuah film thriller dari Jerman yang disutradarai oleh Ken Duken. Terdapat juga aktor Tom Wlaschiha, pemeran Jaqen Hgar dalam serial Game of Thrones.

Tetap Memuji

Biaya pembuatan film Berlin Falling sendiri diketahui sekitar 2 juta euro (sekitar Rp 32 Miliar). Film tersebut saat ini sedang menduduki peringkat pertama di box office Jerman.

Meskipun kalah di Cinequest 2018, audiens dan juri tetap memuji totalitas dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam film Tengkorak. Banyak juga pertanyaan yang disampaikan kepada para sineas film ini.

Angkat Tangan

“Hampir semua angkat tangan untuk bertanya pada sesi tanya jawab. Menurut panitia, tidak semua film di Cinequest yang bisa seantusias ini diskusinya,” kata Wikan Sakarinto.

“Diskusi yang terjadi seusai permutaran Tengkorak sangat dinamis dan menarik, hingga akhirnya terpaksa disetop oleh panitia,” ia melanjutkan.

 

(Sumber : liputan6.com)