Menurut Dan Evans, Stadion Arthur Ashe Yang Kosong Terasa Aneh, Tetapi Ikonik

Berita Tenis: Sementara banyak pihak lebih memilih untuk melihat para penggemar di stadion, petenis berkebangsaan Inggris, Dan Evans percaya US Open tanpa penonton masih bisa menjadi tontonan yang mengagumkan.

Evans menambahkan bahwa jika Grand Slam tersebut digelar, hal itu akan menjadi pernyataan yang sebenarnya.

US Open musim 2020 akan digelar di Flushing Meadows, New York pada 31 Agustus – 13 September, tetapi New York telah menjadi episentrum pandemi COVID-19 di AS, sehingga perhelatan Grand Slam tersebut masih sangat diragukan.

Pihak penyelenggara tidak berkenan untuk menggelar turnamen tanpa penggemar, bahkan dengan saran yang lebih ekstrim, yakni dengan memindahkannya ke negara bagian yang lain.

Akan tetapi, Evans mengatakan bahwa ia akan berpartisipasi di US Open meski digelar tanpa kehadiran para penonton.

“Bagi saya secara pribadi, saya ingin turnamen tersebut tetap digelar,” aku Evans kepada The Guest List yang disiarkan BBC Radio 5 Live.

“Saya pikir hal itu akan menjadi pernyataan yang menegaskan bahwa kita bisa kembali berkompetisi. Itu akan menjadi tontonan yang mengagumkan, turnamen tenis yang digelar di stadion tanpa kehadiran penonton dan semua orang menyaksikannya di televisi.”

“Stadion Arthur Ashe akan kosong dan Federer, Nadal, atau siapapun yang melakoni partai puncak akan merasa begitu aneh, tetapi juga akan merasa ikonik. Seberapa keren hal itu ketika dilihat kembali dalam beberapa musim kemudian.”

Sejak awal Maret lalu, tidak ada turnamen tenis yang kompetitif dengan kemungkinan tercepat bisa dilanjutkan kembali pada awal Agustus mendatang, tetapi sejumlah petenis tampaknya akan mengambil bagian dalam turnamen berskala lebih kecil dan bersifat domestik dalam beberapa pekan ke depan.