Motif Di Balik Keputusan Roman Abramovich Beli Chelsea

Abramovich sudah menjadi pemilik The Blues selama 17 tahun terakhir dan belum ada tanda-tanda kehilangan gairah.

Anggota direksi Chelsea, Eugene Tenenbaum menjelaskan mengapa Roman Abramovich membeli klub pada 2003, menyebut sang pengusaha memang menyukai tantangan.

Abramovich mengambil alih kepemilikan The Blues dengan dana sebesar £140 juta, dan itu menjadi penanda awal dari periode kesuksesan klub yang sukses menghadirkan 16 trofi bergengsi selama 17 tahun.

Tenenbaum, yang merupakan salah satu mitra bisnis terdekat Abramovich, menjelaskan bahwa miliarder Israel-Rusia tersebut haus akan tantangan untuk membawa klub sepakbola yang sudah mapan naik ke level yang lebih tinggi.

“Ia seorang pengusaha, suka tantangan. Begitu ia fokus, bukan lagi bicara keberuntungan,” ungkap Tenenbaum kepada Forbes.

“Ia suka memahami arti dari sebuah proyek dan melibatkan dirinya untuk jangka panjang. Ia suka mengejar suatu hasil. Ia suka kemenangan dan ia ingin membantu klub.”

“Dalam sepakbola, hal yang menarik adalah bahwa Anda mengatur rencana Anda, mengeksekusinya, dan kemudian setiap pekan Anda memiliki validasi apakah rencana itu berjalan dengan tepat.”

Proses akuisisi Abramovich menandai era baru di Liga Primer Inggris, karena itu pertama kalinya ada sebuah klub dibeli oleh investor asing.

Investasi besar-besaran yang dilakukan Abramovich yang berbuah kesuksesan menjadi formula yang diikuti oleh klub-klub lain seperti Manchester City, yang kemudian juga diambil alih oleh pemilik asing.

Tenenbaum mengatakan bahwa investasi lain yang sudah ditanamkan Abramovic termasuk membangun pusat latihan baru klub, tim wanita dan kegiatan amal juga memiliki dampak besar.

Bahkan setelah hampir dua pekan menjadi orang nomor satu di Stamford Bridge, Tenenbaum masih belum kehilangan gairahnya untuk terus menjadi pemilik klub.

“Ia suka mencari tahu. Saya pikir alasan mengapa dirinya mencintai sepakbola selama bertahun-tahun tidak bisa diukur. Saya pikir sama seperti itulah mengapa orang-orang mencintai sepakbola hingga menjadi olahraga nomor satu di dunia.”

“Dalam lingkungan bisnis, Anda memiliki angka penjualan, juga hasil. Tapi dalam situasi ini, setiap pekan Anda memiliki validasi atau tidak tentang strategi Anda [dalam menjalankan klub] dan saya pikir itu bagian yang menarik.”