Rekanbola – Pemerintah memberikan target pemulihan bangunan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah dilanda gempa beberapa waktu lalu. Menurut dia, setidaknya ada sekitar 80 ribu rumah akan segera diselesaikan pembangunannya dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

“Ketika para korban kembali ke rumah masing-masing rumah itu kan sedang disiapkan konstruksinya oleh Kemen-PUPR Insyaallah dalam waktu enam bulan bisa selesai seluruh bangunan konstruksinya sekitar 80 ribu rumah itu kita tinggal menunggu verifikasi dari kepala daerah,” kata Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

“Sedang bangunan lain yang berkaitan dengan fasilitas sosial itu kami targetkan setahun. Seperti masjid sekolah rumah sakit,” sambungnya.

Agus juga menjelaskan, saat ini pemerintah juga fokus mengangani trauma psikis bagi para korban gempa. Setidaknya ada 90 pendamping layanan psikologi yang disebar pada 12 titik wilayah korban gempa.

“Rehab sosial itu fokusnya pada program-program trauma healing dan sudah dipersiapkan sekitar 90 pendamping layanan psikologi sosial yang sudah kami sebar di sekitar 12 titik di seluruh NTB, Lombok dan Sumbawa,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Sub Tanggap Darurat Bencana Palang Merah Indonesia (PMI), Ridwan Sobri Carman, mengatakan pemulihan psikologis para korban gempa di Lombok, NTB masih diperlukan. Sebab, banyak korban trauma akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Perlu dilakukan sangat masif. Karena katakanlah yang masih utuh seperti kita normal saja masih takut untuk masuk ke rumahnya,” kata Ridwan di dalam sebuah diskusi bertajuk ‘Lombok status bencana dan kita’ di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).