RekanbolaPiala Dunia 2002 menjadi momen epik bagi penikmat sepak bola di Asia, termasuk Indonesia. Sebab, untuk kali pertama negara Asia menjadi tuan rumah. Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama di Piala Dunia 2002.

Seperti diketahui, Brasil keluar sebagai juara di Piala Dunia 2002. Pada laga final, Brasil mampu mengalahkan Jerman dengan skor 2-0. Ronaldo Luis Nazario dua kali membobol gawang Oliver Kahn yang tampil bagus.

Saat itu, Brasil diperkuat banyak pemain bintang. Selain Ronaldo, Brasil juga masih punya Rivaldo, Ronaldinho dan Roberto Carlos. Empat pemain tersebut sukses masuk tim terbaik Piala Dunia 2002.

Kegagalan Jerman di final sedikit terhibur lewat aksi heroik Oliver Kahn yang kemudian menjadi pemain terbaik Piala Dunia 2002. Selain itu, Piala Dunia 2002 juga menjadi awal kemunculan Miroslave Klose. Dia mampu mencetak lima gol.

Kontroversi Laga Korea Selatan vs Italia

Laga Korea Selatan vs Italia bakal selalu dikenang jika berbicara Piala Dunia 2002. Sebab, ada banyak momen yang bisa diperdebatkan, bisa juga dikatakan kontroversial, ketika kedua tim berjumpa pada babak 16 Besar di Daejeon World Cup Stadium.

Korea Selatan menang dengan skor 2-1 atas Italia lewat gol Ahn Jung-Hwan pada menit ke-117. Korea Selatan menang setelah Italia kehilangan Francesco Totti yang mendapat kartu merah pada menit ke-103.

Italia sebenarnya sempat unggul lebih dulu pada menit ke-18 lewat gol Christian Vieri. Namun, dua menit jalang laga waktu normal usai, Korea Selatan menyamakan skor lewat gol Seol Ki-Hyeon. Laga kemudian dilanjut ke babak tambahan.

Ada banyak kontroversi yang terjadi, bukan hanya kartu merah Francesco Totti. Gol Damiano Tomassi dianulir lantaran dianggap offside. Lalu, ada penalti kontroversial untuk Korea Selatan yang berhasil diselamatkan Gianluigi Buffon.

Publik Italia sangat kesal dengan laga tersebut. Ahn Jung-Hwan, yang saat itu bermain di Perugia, bahkan harus terusir dari Italia. Publik sepak bola Italia tidak menerima kehadiran Ahn Jung-Hwan dan dia kemudian bermain di Shimizu S-Pulse.

Wasit Byron Moreno Tidak Mau Minta Maaf dan Kasus Narkoba

Di balik segala kontroversi yang terjadi pada duel Korea Selatan vs Italia, nama Byron Moreno. Dia adalah wasit yang bertugas memimpin laga tersebut. Byron Moreno berasal dari Ekuador.

Beberapa tahun setelah Piala Dunia 2002, Moreno terlibat kasus hukum akibat mencoba membawa 13 kilogram narkotika masuk ke Amerika Serikat. Alhasil, pria yang kini berumur 49 tahun itu harus mendekam dalam tahanan selama 26 bulan lamanya.

Byron Moreno tidak ingin meminta maaf atas kepemimpinannya di laga Korea Selatan vs Italia, walau mengakui ada beberapa kesalahan. Bahkan, Byron Moreno memberi nilai delapan untuk aksinya di laga tersebut.

“Saya mungkin telah membuat beberapa keputusan yang salah, tapi saya tak perlu meminta maaf,” tutur Moreno

“Saya memberikan nilai delapan kepada diri saya sendiri. Darah [Francesco] Coco dikarenakan kontak dengan Gattuso dan bukan karena pemain Korea. Untuk tendangan di kepala Maldini, ada banyak pemain di depan saya jadi sangat sulit untuk melihatnya,” lanjutnya.

“Untuk Totti, itu bukan penalti: Saya melihat pemain Korea menyentuh bola pertama kali lalu sang pemain. Saya melihat ke arah asisten wasit dan beranggapan bahwa itu adalah diving. Harus diakui bahwa gol offside Italia harusnya disahkan, tapi bagaimana saya membuat keputusan dari tempat saya berdiri?” tambahnya.

Kejutan Turki

Korea Selatan membuat kejutan besar dengan lolos ke semifinal, walau dengan sejumlah kontroversi. Akan tetapi, kejutan besar sejatinya juga dibuat Turki yang mampu lolos ke semifinal dan meraih posisi ketiga di Piala Dunia 2002.

Turki lolos fase grup setelah menjadi peringkat kedua Grup C dengan empat poin. Turki unggul selisih gol dari Kosta Rika. Brasil berada di puncak klasemen Grup C dengan meraih sembilan poin.

Pada babak 16 Besar, Turki menang dengan skor 1-0 atas Jepang. Langkah Turki tidak terbendung ketika berjumpa Senegal di babak perempat final. Turki menang 1-0 lewat gol Ilham Mansiz pada menit 94.

Turki kemudian kalah dari Brasil pada babak semifinal dengan skor 1-0, gol dicetak Ronaldo. Pada laga perebutan posisi ketiga, Turki menang dengan skor 2-3 atas Korea Selatan. Ilham Mansiz mencetak dua gol dan satu gol dari Hakan Sukur.

Sebagai catatan Hakan Sukur mencetak gol pada detik ke-11.

Selain Hakan Sukur dan Ilham Mansiz, Turki juga punya beberapa pemain kunci lain. Yildiray Basturk, Hasan Sas, Nihat Kahveci, dan penjaga gawang Rustu Recber tampil memukau di bawah kendali pelatih Senol Gunes.