Rekanbola  —  Hadirnya anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam dunia politik mengatakan banyak orang. Pro kontra terjadi saat pengusaha kuliner itu ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Solo.

Apalagi jalur yang ditempuh Gibran dianggap melanggar peraturan dan etika, terutama di kalangan struktural DPC PDIP Solo. Sejumlah kalangan menilai Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) dan jajarannya tak berkenan dengan kehadiran Gibran.

Anggapan tersebut dibantah Rudy. Wali Kota Solo itu menolak anggapan jika dirinya anti terhadap calon dari kalangan muda atau milenial.

“Saya ini hanya menjalankan tugasnya sebagai ketua partai sesuai aturan. Saya tidak alergi milenial, tidak pernah melarang siapapun. Tapi, apakah partai yang sudah saya bangun ini harus dicabik-cabik, dibenturkan antara yang muda dengan yang tua?” kata Rudy, Selasa (24/12).

Wali Kota Solo itu menyentil sejumlah kader yang nekat mendaftar sebagai balon wali kota dan wakil wali kota ke DPD PDIP Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Ia menilai para kader itu tidak menghargai konstituen partai.

“Mereka ini tidak menghargai konstituen partai. Karena secara struktural, kita sudah mengajukan pasangan bakal calon ke DPD dan DPP,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui dua kader DPC PDIP Solo Gibran Rakabuming Raka dan anggota DPRD PDIP, Ginda Ferachtriawan juga mendaftar melalui DPD PDIP Jateng. Gibran mendaftar sebagai bakal calon wali kota sedangkan Ginda sebagai bakal calon wakil wali kota Solo.

Rudy optimistis, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan bersikap bijak dan tidak akan sekadar mengeluarkan rekomendasi. Sehingga ia sudah seharusnya menyerahkan keputusan terkait rekomendasi kepada DPP PDIP.

“Kalau rekomendasi diberikan untuk calon selain Purnomo-Teguh, tugas saya selesai,” tegasnya.