Rekanbola – Syahrini diketahui sudah satu kali mangkir dari persidangan kasus penipuan yang dilakukan pihak First Travel. Sebelumnya, Syahrini dijadwalkan untuk hadir pada Rabu 14 Maret 2018 bersama dengan Vicky Shu yang juga menjadi salah satu saksi dari kasus tersebut.

Saat ini, kakak dari Aisyahrani tersebut diketahui tengah berada di Eropa. Dan nampaknya, ia akan kembali mangkir dari panggilan pihak Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat.

Baca Juga : Prilly Latuconsina Gelar Konser untuk Teman-Teman Makhluk Gaib

Lebih jelasnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan bahwa KUHAP menetapkan batasan waktu untuk melakukan panggilan kepada saksi, yakni sebanyak tiga kali. Namun, jika kembali mangkir, Syahrini dipastikan akan terancam hukuman lantaran menolak memberi kesaksian di Pengadilan.

“Kalau di KUHAP enggak ada (batas waktu). Tapi sampai tiga kali kemarin pak Heri JPU bilang,” ujar Tri Zahra selaku JPU dari First Travel, yang dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (20/3/2018).

Jika dalam batas waktu yang diberikan, Syahrini mangkir, maka akan ada sangsi pidana yakni Pasal 224 ayat (1) KUHP.

“(Hukuman) Lupa pasalnya. Tapi ada pasalnya, tapi mudah-mudahan enggak seperti itu. Karena persidangan wajib (hadir),” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, jika Syahrini kembali tak hadir pada Rabu 21 Maret 2018 besok, maka ia bisa dibilang sudah mangkir dalam menghadiri dua kali persidangan. Artinya, wanita 35 tahun tersebut hanya memiliki waktu diminggu depan untuk hadir jika tidak ingin mendapatkan sanksi atau ancaman hukuman.

Pasal 224 ayat (1) KUHP berbunyi:

Barang siapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam:

 

1. Dalam perkara pidana, dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

 

(Sumber : okezone.com)