RekanBola  – Saiful Toriq (25), anak pertama Muhammad Zaini Misrin Arsyad alias Slamet (53), banyak cerita setelah bertemu beberapa kali. Dia yakin tak terbunuh majikan.

“Abah dicambuk kepolisian sana agar tahan dan Abah keceplosan pembunuhan,” kata Saiful Toriq saat ditemui di rumah duka, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Senin (19/6/2018).

Pengakuan ini didapat Saiful saat pertama kali di Saudi pada 2013. “Saat itu diucapkan oleh KJRI Jeddah kalau bukan Abah saya pelakunya dan anak tiri majikan Abah. Pengakuan abah itu disampaikan ke KJRI dan sudah ada upaya penangguhan tapi nyatanya saat ini tidak ada keadilan,” ungkapnya.

Saat kejadian, lanjut Saiful, info sedang bersama seorang wanita bersama Sumiati yang dinikahi siri terang di Arab Saudi.

“Abah saya sedang bersama Sumiati, warga Sampang, yang dinikahi siri di Arab. Sudah sampai sekarang tidak tahu isinyanya,” tambahnya.

Zaini dituduh membunuh majikan pada tahun 2004. Empat tahun kemudian, dia divonis mati. Menurut Kemlu, eksekusi mati dilakukan saat Zaini mengajukan PK kedua. Pemerintah pun melakukan protes dan memanggil Dubes Arab Saudi di Jakarta.

(Sumber: Detik.com)

 

Baca Juga: